Vaksin Japanese Encephalitis (JE) tersedia dalam bentuk vaksin inaktif (Ixiaro/JESPECT) dan vaksin hidup yang dilemahkan (SA14-14-2/Imojev). Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap ensefalitis Jepang, infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Culex tritaeniorhynchus dan menyebabkan peradangan otak yang berpotensi fatal. Indonesia merupakan negara endemik JE. Virus JE bersirkulasi di seluruh wilayah Indonesia, terutama di area persawahan dan peternakan babi yang menjadi reservoir utama. Keme
Vaksin Japanese Encephalitis (JE) tersedia dalam bentuk vaksin inaktif (Ixiaro/JESPECT) dan vaksin hidup yang dilemahkan (SA14-14-2/Imojev). Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap ensefalitis Jepang, infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Culex tritaeniorhynchus dan menyebabkan peradangan otak yang berpotensi fatal.
Indonesia merupakan negara endemik JE. Virus JE bersirkulasi di seluruh wilayah Indonesia, terutama di area persawahan dan peternakan babi yang menjadi reservoir utama. Kemenkes RI melaporkan kasus ensefalitis akut yang dikonfirmasi JE dari berbagai provinsi, dengan insidensi tertinggi di Bali, Jawa, Kalimantan, dan NTT.
Pada tahun 2023, Kemenkes RI memasukkan vaksin JE ke dalam Program Imunisasi Nasional (PIN) untuk provinsi endemik, dimulai dari Bali yang menjadi pilot project pada 2018. IDAI merekomendasikan vaksin JE sebagai imunisasi rekomendasi untuk anak mulai usia 9 bulan. Bio Farma bekerja sama dengan Chengdu Institute untuk produksi vaksin JE hidup (SA14-14-2) dalam negeri.
Vaksin JE diindikasikan untuk:
Program Imunisasi Nasional (PIN): Anak-anak di provinsi endemik JE di Indonesia mendapatkan vaksin JE sebagai bagian dari PIN, dimulai dari Bali (2018) dan diperluas ke provinsi lain secara bertahap. Dosis tunggal vaksin hidup SA14-14-2 diberikan pada usia 10 bulan (bersamaan dengan campak/MR dosis 1 di beberapa daerah).
Imunisasi rekomendasi IDAI: Untuk anak mulai usia 9 bulan di seluruh Indonesia, terutama yang tinggal di dekat area persawahan atau peternakan babi.
Pelancong: WHO merekomendasikan vaksinasi JE bagi pelancong yang akan menghabiskan waktu ≥1 bulan di daerah endemik, terutama di area pedesaan selama musim transmisi. Pelancong asing ke Bali dan Jawa dianjurkan vaksinasi.
Petugas laboratorium: Personel yang bekerja dengan virus JE.
Ekspatriat: Warga asing yang tinggal jangka panjang di Indonesia, terutama di area pedesaan.
Kontraindikasi bergantung pada jenis vaksin JE:
Vaksin inaktif (Ixiaro):
Riwayat reaksi anafilaksis terhadap dosis sebelumnya atau komponen vaksin (termasuk protamine sulfate)
Penyakit demam akut berat (tunda)
Vaksin hidup (SA14-14-2/Imojev):
Semua kontraindikasi vaksin inaktif, ditambah:
Imunodefisiensi berat (vaksin hidup)
Kehamilan (vaksin hidup, risiko teratogenik teoritis)
Usia <9 bulan
Terapi imunosupresan
Bukan kontraindikasi:
Menyusui (vaksin inaktif aman; vaksin hidup: data terbatas namun diperbolehkan WHO)
HIV dengan CD4 baik (vaksin inaktif)
Profil keamanan vaksin JE:
Vaksin inaktif (Ixiaro):
Reaksi lokal (20–30%): Nyeri, kemerahan, pembengkakan di tempat suntikan
Reaksi sistemik (10–15%): Nyeri kepala, mialgia, kelelahan, demam ringan
Reaksi serius: Sangat jarang
Vaksin hidup (SA14-14-2):
Reaksi lokal (5–10%): Nyeri ringan di tempat suntikan
Reaksi sistemik (5–10%): Demam ringan, ruam ringan
Reaksi serius: Sangat jarang (<1 per jutaan dosis)
Pengalaman Indonesia: Data KIPI dari program vaksinasi JE massal di Bali (2018) menunjukkan profil keamanan yang sangat baik dengan mayoritas KIPI bersifat ringan dan sementara. Kemenkes RI memublikasikan hasil pemantauan KIPI yang mendukung keamanan vaksin.
Pedoman pemberian vaksin JE di Indonesia:
PIN (vaksin hidup SA14-14-2):
Dosis tunggal 0,5 mL subkutan (SC) pada usia 10 bulan di provinsi endemik
Program catch-up untuk anak yang belum divaksinasi
Vaksin inaktif (Ixiaro) — jadwal pelancong:
Dewasa ≥18 tahun: 2 dosis (0,5 mL IM) pada hari 0 dan 28
Jadwal dipercepat: hari 0 dan 7 (dewasa 18–65 tahun)
Anak 2 bulan–17 tahun: 2 dosis (0,25 mL untuk <3 tahun, 0,5 mL untuk ≥3 tahun) pada hari 0 dan 28
Booster vaksin inaktif: Dosis ketiga 12–24 bulan setelah seri primer jika paparan berlanjut.
Ketersediaan: Vaksin JE hidup tersedia gratis di Puskesmas provinsi endemik melalui PIN. Vaksin inaktif (Ixiaro) tersedia di klinik perjalanan dan RS swasta dengan harga Rp 500.000–1.000.000 per dosis.
Efikasi vaksin JE:
Vaksin inaktif (Ixiaro): Seroproteksi (titer antibodi penetral ≥1:10) pada 96–100% penerima setelah 2 dosis. Durasi perlindungan diperkirakan 5–10 tahun dengan booster.
Vaksin hidup (SA14-14-2): Efikasi 95–99% dalam uji klinis di Nepal dan studi observasional di Tiongkok. Satu dosis memberikan perlindungan jangka panjang, kemungkinan seumur hidup. Data dari program vaksinasi massal di Tiongkok (>300 juta dosis sejak 1988) menunjukkan pengurangan insidensi JE >95%.
Pengalaman Bali: Setelah kampanye vaksinasi JE massal di Bali (2018), surveilans menunjukkan penurunan signifikan kasus ensefalitis akut yang dikonfirmasi JE, mendukung keputusan Kemenkes untuk memperluas program ke provinsi lain.
Keterbatasan: Vaksin JE hanya melindungi terhadap ensefalitis Jepang dan tidak melindungi terhadap ensefalitis yang disebabkan virus lain (dengue, chikungunya, dll).
Interaksi vaksin JE:
Vaksin hidup lain: Vaksin JE hidup (SA14-14-2/Imojev) harus diberikan bersamaan atau dengan interval minimal 4 minggu dari vaksin hidup lain (campak/MR, demam kuning, varisela). Dalam PIN Indonesia, vaksin JE hidup diberikan bersamaan atau berdekatan dengan MR dosis 1.
Vaksin inaktif: Dapat diberikan bersamaan dengan semua vaksin inaktif tanpa interaksi.
Obat imunosupresan: Dapat mengurangi efektivitas kedua jenis vaksin JE.
Antimalaria: Tidak ada interaksi yang diketahui.
Pregnancy: Limited data — use only if risk is high.
Limited safety data for Ixiaro (inactivated Vero cell vaccine) in pregnancy.
Administer only if the risk of Japanese encephalitis exposure is judged to be high (prolonged rural travel during transmission season in endemic Asia).
No teratogenic effects reported in animal studies.
Live attenuated JE formulations (SA14-14-2, Imojev): contraindicated in pregnancy.
Defer vaccination until after delivery whenever possible.
Breastfeeding: Limited data — likely safe.
No formal studies of Ixiaro during breastfeeding. As an inactivated vaccine, it is unlikely to pose a risk to the breastfed infant. CDC considers inactivated vaccines generally acceptable during breastfeeding.
Pediatric use:
Ixiaro: licensed from 2 months of age.
Booster: 1 dose ≥1 year after primary series if ongoing exposure risk.
Live attenuated SA14-14-2 (in endemic countries): single dose from 8 months of age.
Geriatric use:
No specific dose adjustment required.
Immune response may be slightly lower in elderly adults — consider booster if ongoing exposure risk.
Japanese encephalitis is more severe in older adults (higher case-fatality rate in ≥65 years).
Standard 2-dose Ixiaro schedule applies.
Tindakan pencegahan vaksin JE:
Pencegahan gigitan nyamuk tetap penting: Vaksinasi tidak menggantikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk. Gunakan kelambu berinsektisida, obat nyamuk DEET/picaridin, dan pakaian lengan panjang terutama saat senja dan malam hari (nyamuk Culex aktif malam hari).
Jadwal vaksinasi pelancong: Vaksin inaktif memerlukan 2 dosis dengan interval 4 minggu. Rencanakan vaksinasi minimal 5 minggu sebelum keberangkatan.
Booster: Vaksin inaktif: booster pada 12–24 bulan, kemudian sesuai risiko. Vaksin hidup: satu dosis mungkin cukup untuk perlindungan jangka panjang.
Penyimpanan: Vaksin hidup SA14-14-2 memerlukan rantai dingin ketat (2–8°C). Bio Farma bertanggung jawab atas distribusi rantai dingin nasional.
Tidak ada data jadwal yang tersedia.
Tahu vaksin apa yang Anda butuhkan? Bagus. Belum yakin? Cukup beri tahu tujuan perjalanan — kami akan menemukan vaksin yang tepat dan klinik. Gratis, tanpa kewajiban.
Konten pada halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten ini tidak merupakan saran medis, diagnosis, atau rekomendasi pengobatan. Jika Anda memiliki masalah kesehatan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi. Medova bukan penyedia layanan medis.
Syarat penggunaan lengkap