Skip to main content

Situs ini sedang mengimplementasikan fitur inti dan belum siap untuk penggunaan pasien.

Vaksin Perjalanan

Jelajahi vaksin perjalanan dan imunisasi. Informasi tentang jadwal, efek samping, dan rekomendasi.

Vaksinasi adalah salah satu cara paling efektif untuk melindungi diri saat bepergian. Telusuri basis data vaksin kami dengan jadwal terverifikasi WHO.

Data terverifikasi WHO46 vaksin terkatalogDiperbarui setiap minggu

Hasil: 46

Urutkan:
Filter:
Jenis:

Vaksin Cacar

Hidup

Melindungi dari cacar (smallpox) yang disebabkan oleh virus variola. Penyakit ini telah dieradikasi secara global pada tahun 1980, tetapi vaksin disimpan untuk kesiapsiagaan bioterorisme.

Vaksin Chikungunya

Direkomendasikan untuk perjalananHidup

Vaksin chikungunya (Ixchiq, Valneva) adalah vaksin hidup yang dilemahkan yang baru-baru ini disetujui oleh FDA (2023) dan EMA (2024) untuk pencegahan infeksi virus chikungunya pada dewasa ≥18 tahun. Vaksin ini mengandung galur CHIKV-LR2006-OPY1 yang dilemahkan. Di Indonesia, chikungunya merupakan penyakit endemik yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. KLB chikungunya terjadi secara berkala di berbagai provinsi Indonesia, sering bersamaan dengan KLB dengue. Kemenkes RI m

Vaksin Demam Kuning

Direkomendasikan untuk perjalananHidup

Vaksin demam kuning adalah vaksin hidup yang dilemahkan mengandung galur virus 17D, dikembangkan sejak tahun 1937 dan merupakan salah satu vaksin paling efektif dalam sejarah kedokteran. Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap infeksi virus demam kuning yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti dan Haemagogus spp. di wilayah endemik Afrika dan Amerika Selatan. Di Indonesia, vaksin demam kuning tidak termasuk dalam Program Imunisasi Nasional (PIN) karena penyakit ini tidak endemik di wila

Vaksin Ebola (rVSV-ZEBOV)

Vektor virus

Vaksin hidup yang dilemahkan untuk melindungi dari penyakit virus Ebola, demam berdarah parah yang ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Digunakan selama wabah di Afrika Barat dan Tengah.

Vaksin Ensefalitis Akibat Gigitan Kutu

Direkomendasikan untuk perjalananInaktif

Melindungi dari ensefalitis yang ditularkan kutu, infeksi virus melalui gigitan kutu di daerah hutan Eropa Tengah dan Utara, Rusia, dan Asia Timur.

Vaksin Hepatitis A

Direkomendasikan untuk perjalananInaktif

Infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A, ditularkan melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Vaksinasi dua dosis memberikan perlindungan jangka panjang.

Vaksin Hepatitis A+B Kombinasi

Direkomendasikan untuk perjalananInaktif

Vaksin hepatitis A+B kombinasi (Twinrix, GSK) menggabungkan antigen virus hepatitis A yang diinaktivasi dan antigen permukaan hepatitis B (HBsAg) rekombinan dalam satu suntikan. Vaksin ini memberikan perlindungan simultan terhadap hepatitis A dan hepatitis B, menyederhanakan jadwal vaksinasi bagi individu yang memerlukan perlindungan terhadap kedua penyakit. Di Indonesia, di mana baik hepatitis A maupun hepatitis B endemik, vaksin kombinasi ini relevan untuk kelompok yang memerlukan perlindunga

Vaksin Hepatitis B

Direkomendasikan untuk perjalananSubunit

Infeksi hati serius yang disebabkan oleh virus hepatitis B, ditularkan melalui darah dan cairan tubuh. Dapat menyebabkan hepatitis kronis, sirosis, dan kanker hati.

Vaksin HPV (Human Papillomavirus)

Direkomendasikan untuk perjalananSubunit

Melindungi dari tipe HPV penyebab kanker serviks, kanker lainnya, dan kutil kelamin. Vaksin nonavalen mencakup 9 tipe virus.

Vaksin Meningokokus B

Direkomendasikan untuk perjalananSubunit

Melindungi dari infeksi meningokokus serogrup B yang menyebabkan meningitis dan sepsis. Merangsang kekebalan terhadap protein membran luar bakteri.

Vaksin Mpox (Cacar Monyet)

Direkomendasikan untuk perjalananHidup

Vaksin mpox (cacar monyet) yang tersedia adalah Jynneos/Imvanex (MVA-BN, Bavarian Nordic), vaksin non-replikasi berbasis Modified Vaccinia Ankara (MVA) yang memberikan perlindungan terhadap mpox dan cacar (smallpox). Vaksin ACAM2000 (vaksin vaccinia replikasi) juga tersedia namun memiliki profil keamanan yang lebih rendah. Indonesia melaporkan kasus mpox pertama pada Oktober 2023 di Jakarta, terkait dengan wabah global clade IIb yang dimulai pada 2022. Kemenkes RI merespons dengan peningkatan s

Vaksin Pneumokokus (PCV13)

Subunit

Melindungi dari 13 tipe bakteri pneumokokus penyebab pneumonia, meningitis, dan infeksi aliran darah.

Vaksin Pneumokokus (PPSV23)

Subunit

Melindungi dari 23 tipe bakteri pneumokokus; direkomendasikan untuk lansia dan penderita penyakit kronis.

Vaksin Polio Oral (OPV)

Hidup

Vaksin polio oral (OPV — Oral Poliovirus Vaccine) adalah vaksin hidup yang dilemahkan yang diberikan secara oral (tetes mulut). Indonesia saat ini menggunakan bOPV (bivalent OPV) yang mengandung poliovirus tipe 1 dan 3 yang dilemahkan, setelah penarikan tOPV (trivalent, mengandung tipe 1, 2, 3) secara global pada April 2016 sebagai bagian dari Polio Endgame Strategy WHO. OPV merupakan tulang punggung Program Imunisasi Nasional (PIN) Indonesia untuk eradikasi polio. Diberikan sejak lahir (OPV-0)

Vaksin Q Fever

Inaktif

Melindungi dari Q fever yang disebabkan oleh bakteri Coxiella burnetii, ditularkan melalui inhalasi aerosol dari hewan terinfeksi terutama sapi, domba, dan kambing.

Vaksin Rabies

Direkomendasikan untuk perjalananInaktif

Penyakit virus mematikan yang ditularkan melalui gigitan hewan, terutama anjing, kelelawar, dan satwa liar. Vaksinasi profilaksis memberikan perlindungan sebelum pajanan.

Vaksin Rotavirus

Hidup

Mencegah diare dan muntah parah akibat infeksi rotavirus pada bayi dan anak kecil. Diberikan secara oral.

Vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus)

Subunit

Melindungi dari virus RSV yang menyebabkan penyakit pernapasan berat, terutama pada bayi dan lansia. Merupakan penyebab utama bronkiolitis pada anak.

Vaksin Rubella

Hidup

Melindungi dari rubella (campak Jerman), infeksi virus yang biasanya ringan tetapi sangat berbahaya selama kehamilan karena menyebabkan sindrom rubella kongenital.

Vaksin Tetanus dan Difteri (Td)

Inaktif

Vaksin booster untuk dewasa terhadap tetanus dan difteri. Diberikan sebagai booster berkala atau setelah cedera.

Vaksin Tetanus, Difteri, dan Pertusis (Tdap)

Inaktif

Vaksin booster untuk remaja dan dewasa terhadap tetanus, difteri, dan pertusis. Mengandung dosis komponen difteri dan pertusis yang dikurangi.

Vaksin Zika

Vaksin eksperimental terhadap virus Zika yang ditularkan melalui nyamuk. Infeksi pada ibu hamil menyebabkan mikrosefali dan cacat neurologis lainnya pada janin. Saat ini belum ada vaksin yang disetujui.

Dapatkan vaksinasi sebelum perjalanan Anda

Tahu vaksin apa yang Anda butuhkan? Bagus. Belum yakin? Cukup beri tahu tujuan perjalanan — kami akan menemukan vaksin yang tepat dan klinik. Gratis, tanpa kewajiban.

Sumber daya terkait