Vaksin tifoid injeksi mengandung polisakarida Vi (Virulence) yang dimurnikan dari kapsul bakteri Salmonella enterica serovar Typhi. Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap demam tifoid, penyakit sistemik yang ditularkan melalui jalur fekal-oral dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban demam tifoid tertinggi di dunia. Data Kemenkes RI memperkirakan insidensi 81,7 per 100.000 penduduk per tahun, dengan angka tertingg
Vaksin tifoid injeksi mengandung polisakarida Vi (Virulence) yang dimurnikan dari kapsul bakteri Salmonella enterica serovar Typhi. Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap demam tifoid, penyakit sistemik yang ditularkan melalui jalur fekal-oral dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban demam tifoid tertinggi di dunia. Data Kemenkes RI memperkirakan insidensi 81,7 per 100.000 penduduk per tahun, dengan angka tertinggi pada anak usia 5–15 tahun. Resistensi antibiotik Salmonella Typhi terhadap ampisilin, kloramfenikol, dan trimetoprim-sulfametoksazol semakin meningkat di Indonesia.
BPOM telah mendaftarkan vaksin tifoid polisakarida Vi termasuk Typhim Vi (Sanofi Pasteur) dan produk Bio Farma. Vaksin tifoid belum termasuk dalam PIN rutin tetapi IDAI merekomendasikannya sebagai imunisasi pilihan mulai usia 2 tahun.
Vaksin tifoid injeksi diindikasikan untuk kelompok berikut:
Anak dan dewasa di daerah endemik: IDAI merekomendasikan vaksinasi tifoid untuk anak mulai usia 2 tahun, dengan ulangan setiap 3 tahun. Di Indonesia, seluruh populasi pada dasarnya berisiko mengingat endemisitas tinggi demam tifoid.
Pelancong internasional: WHO dan CDC merekomendasikan vaksinasi tifoid bagi pelancong yang berkunjung ke negara endemik termasuk Indonesia, terutama jika akan tinggal di luar jalur wisata utama atau mengonsumsi makanan dan minuman dari pedagang kaki lima.
Pekerja laboratorium: Personel yang menangani kultur Salmonella Typhi di laboratorium mikrobiologi.
Kontak erat pembawa (carrier) kronis: Anggota keluarga atau kontak serumah dengan pembawa kronis Salmonella Typhi yang telah teridentifikasi.
Respons KLB: Vaksinasi massal dapat dipertimbangkan sebagai strategi tambahan dalam pengendalian KLB demam tifoid di komunitas, sekolah, atau pesantren.
Kontraindikasi vaksin tifoid injeksi sangat terbatas:
Kontraindikasi absolut:
Riwayat reaksi anafilaksis terhadap dosis vaksin tifoid sebelumnya
Hipersensitivitas berat terhadap komponen vaksin (fenol sebagai pengawet)
Kontraindikasi relatif:
Penyakit demam akut sedang-berat (tunda vaksinasi hingga pulih)
Usia <2 tahun (vaksin polisakarida kurang imunogenik pada anak di bawah 2 tahun karena ketidakmatangan respons imun terhadap antigen polisakarida)
Bukan kontraindikasi:
Kehamilan (vaksin inaktif, aman jika ada indikasi)
Menyusui
Imunodefisiensi (aman, meskipun respons mungkin suboptimal)
Terapi antibiotik (tidak mengurangi efektivitas vaksin polisakarida)
Infeksi HIV
Profil keamanan vaksin tifoid injeksi sangat baik:
Reaksi lokal (15–20%): Nyeri, kemerahan, dan indurasi ringan di tempat suntikan yang hilang dalam 1–2 hari.
Reaksi sistemik (3–5%): Demam ringan, nyeri kepala, dan malaise yang bersifat sementara. Mual ringan dapat terjadi namun jarang.
Reaksi serius: Sangat jarang (<0,01%). Tidak ada laporan KIPI serius yang konsisten terkait vaksin tifoid polisakarida Vi di Indonesia.
Catatan: Vaksin polisakarida Vi memiliki profil keamanan yang lebih baik dibandingkan vaksin tifoid sel utuh yang sudah tidak digunakan lagi.
Pedoman pemberian vaksin tifoid injeksi:
Dosis: Dosis tunggal 0,5 mL (25 mcg polisakarida Vi) diberikan secara intramuskular (IM) di otot deltoid (dewasa dan anak besar) atau vastus lateralis paha (anak kecil).
Jadwal: Dosis tunggal, minimal 2 minggu sebelum paparan risiko. Booster setiap 3 tahun jika paparan berlanjut.
Usia: Mulai usia 2 tahun. Untuk anak di bawah 2 tahun, vaksin tifoid oral (Ty21a) dapat dipertimbangkan mulai usia 5 tahun, atau menunggu ketersediaan vaksin konjugat tifoid.
Ketersediaan di Indonesia: Tersedia di Puskesmas (terbatas), rumah sakit, klinik swasta, dan praktik dokter. Harga berkisar Rp 150.000–400.000 per dosis.
Efikasi vaksin tifoid polisakarida Vi berdasarkan uji klinis dan data lapangan:
Efikasi klinis: 55–72% dalam mencegah demam tifoid yang dikonfirmasi kultur darah dalam 2–3 tahun pasca-vaksinasi. Efikasi tertinggi dalam 12 bulan pertama (72%) dan menurun secara bertahap.
Keterbatasan: Vaksin polisakarida tidak menginduksi memori imunologis (tidak ada respons anamnestic pada booster). Tidak efektif pada anak <2 tahun. Tidak mencegah status pembawa (carrier) kronis.
Perbandingan dengan TCV: Vaksin konjugat tifoid (TCV, contoh: Typbar-TCV) menunjukkan efikasi lebih tinggi (81–85%) dan efektif pada anak mulai usia 6 bulan. WHO merekomendasikan TCV sebagai vaksin tifoid pilihan. Indonesia sedang mengevaluasi integrasi TCV ke dalam PIN.
Herd effect: Vaksinasi tifoid massal dalam pengaturan komunitas menunjukkan efek perlindungan tidak langsung (herd effect) hingga 44% pada individu tidak divaksinasi.
Interaksi vaksin tifoid injeksi dengan obat dan vaksin lain:
Vaksin lain: Dapat diberikan bersamaan dengan semua vaksin perjalanan (hepatitis A, hepatitis B, demam kuning, meningokokus, rabies, Japanese encephalitis) dan vaksin rutin di lokasi anatomi berbeda tanpa penurunan efektivitas.
Antibiotik: Terapi antibiotik yang sedang berjalan tidak memengaruhi respons imun terhadap vaksin polisakarida Vi karena vaksin tidak mengandung organisme hidup.
Obat imunosupresan: Respons imun mungkin suboptimal pada pasien yang menerima terapi imunosupresan.
Obat antimalaria: Tidak ada interaksi yang diketahui dengan profilaksis antimalaria.
Pregnancy: Safe if travel warrants vaccination.
Injectable typhoid ViCPS (Vi polysaccharide) vaccine is an inactivated subunit vaccine and is considered safe during pregnancy when the risk of typhoid fever warrants vaccination.
Limited formal studies in pregnancy, but extensive post-marketing experience with no safety signals.
Preferred over oral Ty21a (live vaccine) during pregnancy.
WHO recommends vaccination for pregnant travelers to highly endemic areas (South Asia in particular).
Breastfeeding: Safe — no restrictions.
Injectable typhoid ViCPS vaccine is inactivated and poses no risk during breastfeeding. No modification to breastfeeding or vaccination schedule is required.
Pediatric use:
Injectable ViCPS: licensed from 2 years of age.
Children <2 years: ViCPS is not effective due to T-cell-independent polysaccharide response immaturity.
Typhoid conjugate vaccine (TCV, e.g., Typbar-TCV): licensed from 6 months — preferred for young children in endemic settings (WHO prequalified).
Single 0.5 mL IM dose. Revaccinate every 2–3 years if continued exposure.
Geriatric use:
No specific age-related concerns. Standard dose and schedule apply.
Immune response may be slightly reduced in elderly adults, but clinically protective levels are typically achieved.
Food and water precautions remain essential regardless of vaccination status.
Tindakan pencegahan pemberian vaksin tifoid injeksi:
Keterbatasan perlindungan: Vaksin tifoid tidak memberikan perlindungan 100%. Pelancong dan penduduk tetap harus memperhatikan kebersihan makanan dan minuman: minum air matang atau kemasan, hindari es batu dari air mentah, makan makanan yang dimasak matang, dan cuci tangan sebelum makan.
Booster berkala: Perlindungan vaksin polisakarida Vi berkurang setelah 2–3 tahun. IDAI merekomendasikan ulangan setiap 3 tahun bagi individu yang tetap berisiko.
Tidak untuk profilaksis pasca-paparan: Vaksin tifoid tidak efektif sebagai profilaksis pasca-paparan. Antibiotik merupakan pilihan utama untuk pengobatan dan profilaksis kontak erat.
Pemilihan vaksin: Untuk anak usia <2 tahun yang memerlukan perlindungan tifoid, vaksin konjugat tifoid (TCV) mungkin menjadi alternatif jika tersedia di Indonesia.
Tidak ada data jadwal yang tersedia.
Tahu vaksin apa yang Anda butuhkan? Bagus. Belum yakin? Cukup beri tahu tujuan perjalanan — kami akan menemukan vaksin yang tepat dan klinik. Gratis, tanpa kewajiban.
Konten pada halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten ini tidak merupakan saran medis, diagnosis, atau rekomendasi pengobatan. Jika Anda memiliki masalah kesehatan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi. Medova bukan penyedia layanan medis.
Syarat penggunaan lengkapCompare the two typhoid vaccine options for travelers: oral Ty21a (Vivotif) vs injectable Vi polysaccharide. Learn the differences in efficacy, schedule, side effects, cost, and which is better for your trip.