Vaksin mpox (cacar monyet) yang tersedia adalah Jynneos/Imvanex (MVA-BN, Bavarian Nordic), vaksin non-replikasi berbasis Modified Vaccinia Ankara (MVA) yang memberikan perlindungan terhadap mpox dan cacar (smallpox). Vaksin ACAM2000 (vaksin vaccinia replikasi) juga tersedia namun memiliki profil keamanan yang lebih rendah. Indonesia melaporkan kasus mpox pertama pada Oktober 2023 di Jakarta, terkait dengan wabah global clade IIb yang dimulai pada 2022. Kemenkes RI merespons dengan peningkatan s
Vaksin mpox (cacar monyet) yang tersedia adalah Jynneos/Imvanex (MVA-BN, Bavarian Nordic), vaksin non-replikasi berbasis Modified Vaccinia Ankara (MVA) yang memberikan perlindungan terhadap mpox dan cacar (smallpox). Vaksin ACAM2000 (vaksin vaccinia replikasi) juga tersedia namun memiliki profil keamanan yang lebih rendah.
Indonesia melaporkan kasus mpox pertama pada Oktober 2023 di Jakarta, terkait dengan wabah global clade IIb yang dimulai pada 2022. Kemenkes RI merespons dengan peningkatan surveilans, edukasi masyarakat, dan penyediaan terbatas vaksin mpox untuk kelompok berisiko tinggi.
BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk Jynneos. Ketersediaan vaksin di Indonesia masih sangat terbatas dan diprioritaskan untuk kelompok berisiko tinggi serta petugas kesehatan yang menangani kasus mpox.
Vaksin mpox diindikasikan untuk:
Profilaksis pra-paparan (kelompok berisiko tinggi):
MSM (pria yang berhubungan seks dengan pria) dengan banyak pasangan seksual
Petugas kesehatan yang menangani kasus mpox
Petugas laboratorium yang bekerja dengan orthopoxvirus
Profilaksis pasca-paparan:
Catatan Indonesia: Kemenkes RI menargetkan vaksinasi untuk kelompok prioritas sesuai ketersediaan vaksin. Vaksinasi massal TIDAK direkomendasikan.
Kontraindikasi vaksin mpox (Jynneos/MVA-BN):
Kontraindikasi absolut:
Kontraindikasi relatif:
Penyakit jantung serius (miokarditis, perikarditis) — data keamanan terbatas
Penyakit demam akut (tunda)
Bukan kontraindikasi (keunggulan MVA-BN vs ACAM2000):
Imunodefisiensi, HIV (MVA-BN aman karena non-replikasi)
Penyakit kulit (eksem, dermatitis atopik) — aman untuk MVA-BN
Kehamilan (data terbatas, pertimbangkan risiko-manfaat dalam konteks paparan)
Profil keamanan vaksin mpox (Jynneos/MVA-BN):
Reaksi lokal (70–85%): Nyeri, kemerahan, pembengkakan, indurasi, dan pruritus di tempat suntikan. Lebih intens dibanding banyak vaksin lain, namun bersifat sementara.
Reaksi sistemik (40–60%): Kelelahan, nyeri kepala, mialgia, menggigil, mual, dan demam. Gejala umumnya ringan hingga sedang dan hilang dalam 1–3 hari.
Miokarditis/perikarditis: Risiko sangat rendah untuk Jynneos (jauh lebih rendah dibanding ACAM2000). Beberapa kasus dilaporkan pasca-pemasaran.
Keunggulan vs ACAM2000: Jynneos TIDAK menyebabkan lesi vaksinasi kulit, tidak menular ke kontak, dan aman untuk individu imunokompromi. ACAM2000 (vaksin replikasi lama) memiliki risiko lebih tinggi termasuk vaccinia progresiva pada imunokompromi.
Pedoman pemberian vaksin mpox:
Jynneos/MVA-BN (subkutan):
2 dosis (0,5 mL SC) interval 4 minggu (28 hari)
Diberikan di lengan atas
Jynneos intradermal (hemat dosis):
2 dosis (0,1 mL ID) interval 4 minggu
WHO memperbolehkan rute ID untuk menghemat vaksin (5× lipat) dalam situasi pasokan terbatas
Profilaksis pasca-paparan:
Dosis 1 sesegera mungkin (dalam 4 hari ideal, hingga 14 hari)
Dosis 2 setelah 28 hari
Ketersediaan: Sangat terbatas di Indonesia. Hanya di RS rujukan dan klinik yang ditunjuk di Jakarta dan kota besar.
Efikasi vaksin mpox:
Efektivitas lapangan (wabah 2022): Data dari AS, Kanada, dan Eropa menunjukkan efektivitas 66–86% setelah 1 dosis dan >90% setelah 2 dosis dalam mencegah mpox simtomatik.
Serokonversi: >95% penerima mencapai serokonversi setelah 2 dosis.
Cross-protection: Jynneos memberikan perlindungan terhadap mpox melalui cross-reactivity dengan orthopoxvirus lain (dikembangkan awalnya sebagai vaksin cacar/smallpox).
Durasi perlindungan: Data jangka panjang masih terbatas. Studi sedang berlangsung untuk menentukan kebutuhan booster.
Catatan: Individu yang pernah divaksinasi cacar (smallpox) sebelum eradikasi (sebelum 1980) mungkin memiliki perlindungan residual terhadap mpox.
Interaksi vaksin mpox:
Vaksin hidup: MVA-BN adalah non-replikasi dan tidak memerlukan interval khusus dari vaksin hidup lain.
Vaksin inaktif: Dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain.
Vaksin COVID-19 mRNA: Beberapa negara merekomendasikan interval 4 minggu untuk mengurangi risiko miokarditis yang terkait kedua vaksin, meskipun risiko individual sangat rendah.
Imunosupresan: MVA-BN aman untuk individu imunokompromi (non-replikasi), meskipun respons imun mungkin suboptimal.
Pregnancy: JYNNEOS® (MVA-BN, non-replicating live vaccinia) has limited data in pregnant women. Animal studies showed no evidence of teratogenicity. During the 2022 mpox outbreak, the CDC recommended offering JYNNEOS® to pregnant persons with known mpox exposure, as mpox during pregnancy is associated with miscarriage, stillbirth, preterm delivery, and congenital mpox. The non-replicating nature of MVA-BN reduces theoretical risk compared to replication-competent smallpox vaccines. Individual risk–benefit assessment is recommended.
Breastfeeding: JYNNEOS® (MVA-BN, non-replicating live vaccinia) has limited data in lactating women. As a non-replicating vaccine, the risk of vaccine virus transmission through breast milk is theoretically lower than with replication-competent smallpox vaccines. During mpox outbreaks, vaccination may be considered for breastfeeding women with exposure, weighing the risk of mpox disease against the uncertain risk to the infant. Consult with a healthcare provider for individual risk assessment.
Pediatric use: JYNNEOS® is approved for adults ≥18 years in the US, though it has been used off-label in children during mpox outbreaks under emergency use authorization. In pediatric use during outbreaks, dosing follows adult dosing (0.5 mL subcutaneous, 2 doses 28 days apart). Children may be at risk of mpox through household contact with infected persons. ACAM2000® (replication-competent smallpox vaccine) has significant pediatric risks including progressive vaccinia and myocarditis and should only be used in children during emergencies.
Older adults (≥65 years): JYNNEOS® can be administered to older adults at risk of mpox exposure. Adults who received childhood smallpox vaccination (routine vaccination ended in the 1970s–1980s) may have residual cross-protective immunity against mpox, though this wanes over decades. JYNNEOS® is recommended regardless of prior smallpox vaccination for individuals at current risk. Older adults may experience more pronounced local and systemic reactions. No dose adjustment is required.
Tindakan pencegahan vaksin mpox:
Ketersediaan terbatas di Indonesia: Vaksin mpox hanya tersedia di fasilitas kesehatan tertentu yang ditunjuk Kemenkes RI. Rujukan dari dokter atau dinas kesehatan diperlukan.
Stigma: Kampanye vaksinasi mpox harus dilakukan secara sensitif untuk menghindari stigmatisasi komunitas MSM. Kemenkes RI dan LSM kesehatan bekerja sama untuk penjangkauan yang inklusif.
Pencegahan non-vaksin: Hindari kontak kulit langsung dengan lesi mpox, cuci tangan, hindari berbagi handuk dan sprei dengan kasus mpox, gunakan APD untuk petugas kesehatan.
| Dosis | Merek | Hari sejak sebelumnya | Rentang usia |
|---|---|---|---|
| Dosis 1 | Jynneos | — | — |
| Dosis 1 | Jynneos | — | — |
| Dosis 1 | Jynneos | — | — |
| Dosis 2 | Jynneos | 28d | — |
| Dosis 2 | Jynneos | 28d | — |
| Dosis 2 | Jynneos | 28d | — |
Tahu vaksin apa yang Anda butuhkan? Bagus. Belum yakin? Cukup beri tahu tujuan perjalanan — kami akan menemukan vaksin yang tepat dan klinik. Gratis, tanpa kewajiban.
Konten pada halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten ini tidak merupakan saran medis, diagnosis, atau rekomendasi pengobatan. Jika Anda memiliki masalah kesehatan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi. Medova bukan penyedia layanan medis.
Syarat penggunaan lengkap