Hanya untuk tujuan informasi — bukan nasihat medis
Dapatkan panduan vaksinasi gratis dan rekomendasi klinik terdekat — langsung ke email Anda.
Seberapa serius?
Risiko kematian
Ya
Vaksin tersedia?
Waktu hingga gejala
Negara terdampak
Wabah aktif
Mpox menyebar melalui kontak fisik dekat. Risiko bagi sebagian besar pelancong rendah. Hindari kontak kulit langsung dengan siapa pun yang menunjukkan ruam. Vaksinasi pra-paparan (MVA-BN/Jynneos) tersedia untuk kelompok berisiko tinggi. Pantau peringatan wabah untuk tujuan Anda.
Penyakit virus zoonosis menyebabkan ruam vesikulopustular. Klade I (endemis Afrika) dan Klade II (wabah global 2022).
Gejala | Frekuensi | Tingkat keparahan | Awal |
|---|---|---|---|
| Demam | 62% | Ringan | Fase awal |
| Kelenjar getah bening bengkak | 56% | Ringan | Fase awal |
| Nyeri punggung | 24% | Ringan | Fase awal |
| Menggigil | 20% | Ringan | Fase awal |
| Kelelahan | 41% | Ringan | Fase awal |
| Sakit kepala | 31% | Ringan | Fase awal |
| Malaise | 35% | Ringan | Fase awal |
| Mialgia | 31% | Ringan | Fase awal |
| Artralgia | 10% | Ringan | Fase awal |
| Kehilangan nafsu makan | 25% | Ringan | Fase awal |
| Sakit tenggorokan | 17% | Ringan | Fase awal |
| Ruam | 95% | Sedang | Fase puncak |
| Ruam vesikular | 90% | Sedang | Fase puncak |
| Ulkus kulit | 30% | Sedang | Fase puncak |
| Gatal | 40% | Ringan | Fase puncak |
| Nyeri perut | 12% | Ringan | Fase puncak |
| Konjungtivitis | 10% | Ringan | Fase puncak |
| Edema | 15% | Ringan | Fase puncak |
| Mual | 10% | Ringan | Semua fase |
Mpox (cacar monyet) disebabkan oleh virus mpox (orthopoxvirus). Dua klade: I (Afrika Tengah, CFR 1–10%) dan II (Afrika Barat, CFR <0,1%). 2022: wabah global (klade IIb) terutama di kalangan MSM. Vaksin cacar memberikan perlindungan silang.
Mpox (sebelumnya: cacar monyet/monkeypox) disebabkan oleh virus MPXV (Poxviridae). Wabah global 2022 (clade IIb — dominan pada pria yang berhubungan seks dengan pria/MSM). Tahun 2024: clade Ib muncul di Kongo/Burundi (PHEIC baru oleh WHO). Di Indonesia: kasus terkonfirmasi pertama Agustus 2022, total kasus terbatas (<100 per 2024). Kemenkes RI mengeluarkan surat edaran kewaspadaan. Penularan: kontak kulit ke kulit yang dekat (terutama seksual), kontak dengan cairan lesi, fomite (bahan terkontaminasi). Vaksin Jynneos/Imvanex tersedia secara terbatas.
Lesi pada/dekat mata (risiko kebutaan). Sesak napas. Penurunan kesadaran. Infeksi sekunder luas (selulitis, sepsis). Lesi di saluran kemih (kesulitan buang air kecil).
Tanda dan gejala paling umum
Demam + limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening — tanda pembeda dari cacar air). Ruam polimorfik progresif: makula → papula → vesikel → pustula → krusta. Distribusi ruam wabah 2022: lesi anogenital (75%), perioral. Proktitis (peradangan rektum) yang sangat nyeri. Deskuamasi (pengelupasan) setelah krusta jatuh. Durasi total: 2–4 minggu. Komplikasi: infeksi bakteri sekunder pada lesi, pneumonia, ensefalitis, keratitis (infeksi mata — bisa menyebabkan kebutaan).
Mengenali gejala adalah langkah pertama untuk respons yang cepat.
Perjalanan penyakit tipikal:
Fitur wabah 2022+: Lesi genital/perianal, proktitis, lesi lebih sedikit (kadang <10), distribusi atipikal. Limfadenopati adalah ciri khas yang membedakan mpox dari penyakit vesikular lainnya.
Bagaimana penyakit ini diidentifikasi
PCR dari swab lesi (gold standard). Serologi orthopoxvirus (tidak membedakan dari vaksinasi cacar). Di Indonesia: sampel dikirim ke Badan Litbangkes untuk konfirmasi. Diagnosis banding: cacar air (varicella), herpes simpleks, sifilis, moluskum kontagiosum.
Metode pengobatan yang tersedia
Perawatan suportif: analgesik, perawatan luka, mencegah infeksi sekunder. Tecovirimat (TPOXX) untuk kasus berat atau imunosupresi — akses melalui compassionate use. Brincidofovir dan Cidofovir sebagai alternatif. Isolasi sampai SEMUA krusta jatuh (biasanya 2–4 minggu).
Sebagian besar kasus dapat ditangani secara efektif dengan diagnosis dini.
Cara melindungi diri sendiri
Vaksin Jynneos/Imvanex (MVA-BN): 2 dosis subkutan (interval 28 hari). Aman untuk imunosupresi (vaksin non-replikatif). Di Indonesia: ketersediaan sangat terbatas. Pencegahan: hindari kontak kulit langsung dengan lesi, gunakan kondom, jangan berbagi handuk/pakaian/sprei dengan orang yang terinfeksi. Nakes: APD lengkap (sarung tangan, masker N95, kacamata pelindung).
Persiapan adalah perlindungan terbaik.
Risiko rendah untuk pelancong umum. Hindari kontak kulit langsung dengan orang yang memiliki ruam mencurigakan. Nakes dan kontak erat kasus: vaksinasi post-exposure dalam 4 hari. Pelancong ke DRC/Burundi: kewaspadaan tinggi.
Statistik dan data geografis
Global 2022–2024: >100.000 kasus terkonfirmasi (clade IIb) di >116 negara. Indonesia: <100 kasus terkonfirmasi (2022–2024). Clade IIb: CFR <0,1%. Clade Ib (Kongo, 2024): CFR ~3–5%, termasuk anak-anak. WHO menyatakan PHEIC pada Agustus 2024 untuk clade Ib.
Siapa yang paling berisiko
MSM dengan banyak pasangan seksual (wabah 2022), kontak dekat dengan orang terinfeksi, imunosupresi (HIV — perjalanan lebih berat), kontak dengan satwa liar di daerah endemis, tidak divaksinasi cacar.
Komplikasi yang mungkin terjadi
Infeksi bakteri sekunder. Pneumonia. Ensefalitis (jarang). Keratitis (lesi mata). Klade I: mortalitas ~10%.
Hasil yang diharapkan dan pemulihan
Clade II (wabah global, 2022–2024): CFR <0,1% pada individu imunokompeten. Swasirna.
Clade I (Afrika Tengah): CFR 1–10% (lebih tinggi pada anak dan imunokompromi).
Komplikasi:
Infeksi bakteri kulit sekunder: paling sering.
Proktitis (pada transmisi LSL): menyakitkan, mungkin memerlukan rawat inap.
Ensefalitis: jarang (<0,1%).
Keterlibatan okular: dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen.
Imunokompromi (HIV lanjut): penyakit berat, berkepanjangan, berpotensi fatal.
Pemulihan: Sebagian besar pasien pulih dalam 2–4 minggu. Jaringan parut dapat terjadi di lokasi lesi. Kelelahan pasca-infeksi sering terjadi.
Penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi. Perlindungan efektif tersedia.
Bicarakan dengan spesialis kesehatan perjalanan tentang jadwal yang direkomendasikan sebelum perjalanan Anda.
Temukan klinik vaksinasi →Konten pada halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten ini tidak merupakan saran medis, diagnosis, atau rekomendasi pengobatan. Jika Anda memiliki masalah kesehatan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi. Medova bukan penyedia layanan medis.
Syarat penggunaan lengkapDistribusi geografis dan wabah aktif
| Bendera | Negara | Tingkat risiko |
|---|---|---|
| Republik Demokratik Kongo | Risiko tinggi | |
| Uganda | Risiko tinggi | |
| Burundi | Risiko tinggi | |
| Rwanda | Risiko tinggi | |
| Ghana | Risiko tinggi | |
| Nigeria | Risiko tinggi | |
| Pantai Gading | Risiko tinggi | |
| Republik Afrika Tengah | Risiko tinggi | |
| Kongo | Risiko tinggi | |
| Kamerun | Risiko tinggi |
Tahu vaksin apa yang Anda butuhkan? Bagus. Belum yakin? Cukup beri tahu tujuan perjalanan — kami akan menemukan vaksin yang tepat dan klinik. Gratis, tanpa kewajiban.