Vaksin chikungunya (Ixchiq, Valneva) adalah vaksin hidup yang dilemahkan yang baru-baru ini disetujui oleh FDA (2023) dan EMA (2024) untuk pencegahan infeksi virus chikungunya pada dewasa ≥18 tahun. Vaksin ini mengandung galur CHIKV-LR2006-OPY1 yang dilemahkan. Di Indonesia, chikungunya merupakan penyakit endemik yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. KLB chikungunya terjadi secara berkala di berbagai provinsi Indonesia, sering bersamaan dengan KLB dengue. Kemenkes RI m
Vaksin chikungunya (Ixchiq, Valneva) adalah vaksin hidup yang dilemahkan yang baru-baru ini disetujui oleh FDA (2023) dan EMA (2024) untuk pencegahan infeksi virus chikungunya pada dewasa ≥18 tahun. Vaksin ini mengandung galur CHIKV-LR2006-OPY1 yang dilemahkan.
Di Indonesia, chikungunya merupakan penyakit endemik yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. KLB chikungunya terjadi secara berkala di berbagai provinsi Indonesia, sering bersamaan dengan KLB dengue. Kemenkes RI melakukan surveilans chikungunya meskipun underreporting kemungkinan tinggi karena gejala yang mirip dengue.
Per 2026, vaksin chikungunya BELUM terdaftar di BPOM dan belum tersedia di Indonesia. Evaluasi oleh BPOM mungkin sedang berlangsung. WHO sedang mengevaluasi vaksin ini untuk prakualifikasi.
Vaksin chikungunya (jika/setelah tersedia di Indonesia):
Pelancong ke daerah endemik: Pelancong asing yang akan mengunjungi Indonesia dan negara tropis endemik chikungunya lainnya.
Penduduk daerah endemik: Jika disetujui BPOM, dapat dipertimbangkan untuk penduduk Indonesia di wilayah dengan KLB chikungunya berulang.
Petugas kesehatan dan responden bencana: Yang bekerja di wilayah dengan KLB aktif.
Catatan: Saat ini, pencegahan chikungunya di Indonesia bergantung pada pengendalian vektor nyamuk (3M Plus, fogging) dan perlindungan pribadi terhadap gigitan nyamuk.
Kontraindikasi vaksin chikungunya (vaksin hidup):
Kontraindikasi absolut:
Imunodefisiensi berat (vaksin hidup)
Kehamilan
Usia <18 tahun (belum disetujui)
Riwayat reaksi anafilaksis terhadap komponen vaksin
Kontraindikasi relatif:
Menyusui (data terbatas)
Penyakit demam akut (tunda)
Bukan kontraindikasi:
Profil keamanan vaksin chikungunya berdasarkan uji klinis:
Reaksi lokal (50–55%): Nyeri di tempat suntikan, kemerahan, dan pembengkakan.
Reaksi sistemik (30–50%): Nyeri kepala, mialgia, artralgia, kelelahan, demam, dan mual. Artralgia merupakan efek samping khas yang menyerupai gejala chikungunya ringan dan terkait replikasi virus vaksin yang terbatas.
Reaksi chikungunya-like (1–2%): Beberapa penerima mengalami gejala menyerupai chikungunya ringan (artralgia persisten, demam) yang umumnya hilang dalam 2–4 minggu.
Reaksi serius: Sangat jarang dalam uji klinis. Pemantauan pasca-pemasaran sedang berlangsung.
Pedoman pemberian vaksin chikungunya:
Dosis: Dosis tunggal 0,5 mL IM di otot deltoid.
Usia: ≥18 tahun (izin edar FDA/EMA).
Booster: Belum ditentukan; data durasi perlindungan masih dikumpulkan.
Ketersediaan di Indonesia: BELUM tersedia. Vaksin belum terdaftar di BPOM per 2026. Mungkin tersedia di klinik perjalanan internasional di luar Indonesia.
Efikasi vaksin chikungunya (data uji klinis):
Serokonversi: 98,9% penerima mencapai serokonversi (titer antibodi penetral ≥ LLN) 28 hari pasca-vaksinasi berdasarkan uji klinis fase III.
Efikasi klinis: Belum tersedia data efikasi lapangan langsung. Persetujuan didasarkan pada correlate of protection (titer antibodi penetral) yang berkorelasi kuat dengan perlindungan dalam model hewan.
Durasi perlindungan: Data awal menunjukkan titer antibodi protektif bertahan minimal 12 bulan. Data jangka panjang sedang dikumpulkan.
Potensi dampak untuk Indonesia: Jika vaksin menjadi tersedia dan terjangkau, vaksinasi dapat secara signifikan mengurangi beban chikungunya di Indonesia, terutama artralgia kronis pasca-chikungunya yang menyebabkan disabilitas berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Interaksi vaksin chikungunya:
Vaksin hidup lain: Interval minimal 4 minggu dari vaksin hidup lain jika tidak diberikan bersamaan.
Vaksin inaktif: Dapat diberikan bersamaan di lokasi berbeda.
Imunosupresan: Kontraindikasi — vaksin hidup.
Data interaksi terbatas mengingat vaksin baru disetujui.
Pregnancy: Ixchiq® (live attenuated) is contraindicated during pregnancy. In animal studies, chikungunya vaccine virus was detected in fetal tissues. Women of childbearing potential should avoid pregnancy for at least 30 days after vaccination. If a pregnant woman is inadvertently vaccinated, she should be counseled about the potential risks. Natural chikungunya infection during pregnancy, particularly near delivery, can cause severe neonatal disease — risk–benefit assessment for travel to highly endemic areas should be discussed.
Breastfeeding: There are no data on the presence of Ixchiq® vaccine virus in human milk, its effects on the breastfed infant, or its effects on milk production. As a live attenuated vaccine, a theoretical risk of vaccine virus transmission to the infant via breast milk exists. The decision to vaccinate breastfeeding women should consider the risk of chikungunya exposure, the benefits of breastfeeding, and the potential risks to the infant. Consult with a healthcare provider for individual assessment.
Pediatric use: Ixchiq® is approved for adults aged ≥18 years only. Safety and efficacy in children and adolescents under 18 have not been established. Pediatric clinical trials are ongoing. Children traveling to chikungunya-endemic areas should rely on mosquito bite prevention measures (DEET-containing repellents approved for children ≥2 months, permethrin-treated clothing, bed nets). Chikungunya in neonates (peripartum transmission) can be severe, including encephalopathy and hemorrhagic complications.
Older adults (≥65 years): Ixchiq® is approved for adults ≥18 years without an upper age limit. Older adults traveling to chikungunya-endemic areas may benefit from vaccination as chikungunya infection in the elderly is associated with more severe and prolonged joint symptoms (chronic arthralgia lasting months to years). Immunogenicity data in adults ≥65 suggest adequate seroconversion rates, though antibody titers may be lower than in younger adults. As a live attenuated vaccine, it is contraindicated in immunocompromised older adults.
Tindakan pencegahan terkait chikungunya di Indonesia:
Pencegahan gigitan nyamuk tetap utama: Mengingat vaksin belum tersedia di Indonesia, pencegahan bergantung pada: penggunaan obat nyamuk (DEET, picaridin), pakaian lengan panjang, kelambu, dan pengendalian jentik nyamuk (3M Plus).
Diferensiasi dari dengue: Chikungunya sering salah didiagnosis sebagai dengue di Indonesia. Artralgia berat dan persisten merupakan ciri khas chikungunya. Diagnosis laboratorium penting.
Ketersediaan vaksin: Monitor perkembangan pendaftaran BPOM dan rekomendasi WHO untuk introduksi di negara endemik.
| Dosis | Merek | Hari sejak sebelumnya | Rentang usia |
|---|---|---|---|
| Dosis 1 | Ixchiq | — | 18 tahun+ |
Tahu vaksin apa yang Anda butuhkan? Bagus. Belum yakin? Cukup beri tahu tujuan perjalanan — kami akan menemukan vaksin yang tepat dan klinik. Gratis, tanpa kewajiban.
Konten pada halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten ini tidak merupakan saran medis, diagnosis, atau rekomendasi pengobatan. Jika Anda memiliki masalah kesehatan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi. Medova bukan penyedia layanan medis.
Syarat penggunaan lengkap